Anugrah Utama Raharja

POTENSI BLUE CARBON MANGROVE SEBAGAI MITIGASI BENCANA PERUBAHAN IKLIM DI PROVINSI LAMPUNG

Kategori:

Perubahan lklim dan dampaknya mulai terasa saat ini bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Salah satu dampak yang dirasakan adalah naiknya permukaan air laut, perubahan suhu air laut yang berdampak pada pemutihan karang (coral bleaching), serta perubahan pola migrasi ikan. Blue carbon (karbon biru) merupakan bagian melekat dalam persoalan perubahan iklim. Blue carbon saat ini merupakan salah satu upaya untuk memahami peran penting ekosistem laut dan pesisir di dalam penanggulangan perubahan iklim dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat. Blue carbon didefinisikan sebagai jumlah karbon yang dapat disimpan, diserap dan dikeluarkan oleh vegetasi dan sedimen yang terdapat didaerah ekosistem pesisir dimana salah satunya adalah ekosistem mangrove. Indonesia merupakan negara yang memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia yaitu seluas 3,1 juta hektar atau 23% dari luas mangrove dunia. Ekosistem mangrove memberikan manfaat yang sangat penting terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, diantaranya menyerap dan menyimpan karbon. Ekosistem mangrove mampu menangkap dan menyimpan kelebihan karbon atmosfer dengan kecepatan serapan lebih besar dibandingkan ekosistem daratan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “POTENSI BLUE CARBON MANGROVE SEBAGAI MITIGASI BENCANA PERUBAHAN IKLIM DI PROVINSI LAMPUNG”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *