Aura Publishing

Tim Ahli Cagar Budaya Kota Metro Terbitkan Buku Sejarah Rumah Dokter

AURA PUBLISHING – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Metro bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menerbitkan buku berjudul Dokterswoning : Sejarah Rumah Dokter Kota Metro.

Ketua TACB Metro I Made Giri Gunadi mengatakan perjalanan panjang sejarah rumah ini menjadi salah satu saksi sejarah perkembangan Kota Metro. Rumah Dokter yang menurut sumber sejarah mulai dibangun pada Agustus 1939 dan selesai pembangunannya pada Februari 1940.

“Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, menetapkan bangunan Rumah Dokter ini ke dalam daftar inventaris cagar budaya dalam Surat Keputusan Kepala BPCB Serang dengan nomor: 429/CB4/LL/2015 tentang Daftar Inventaris Cagar Budaya di Kota Metro,” jelasnya.

Terpisah Sejarawan UM Metro yang juga menjadi salah satu penulis buku ini Kian Amboro menjelaskan kajian Rumah Dokter (dokterswoning) dapat menjadi bahan refleksi sejarah. Peserta didik dapat diajak untuk berefleksi dari apa yang telah dipelajari dari masa lalu dan bagaimana situasinya saat ini.

“Mencari tahu apa yang telah berubah dan apa yang masih bertahan, atau mengenai kemajuan dan kemunduran yang terjadi di Metro, “ jelasnya.

Senada Dosen IAIN Metro Ahmad Muzaki mengatakan Metro merupakan salah satu kota di Provinsi Lampung yang menyimpan dan memiliki bentang serta fase sejarah yang cukup panjang. Kronologis dan aspek sejarah Kota Metro patut untuk digali, diketahui dan dipublikasikan keberadaannya.

“Memoar apik yang terpendam di dalamnya supaya diketahui dan dinikmati oleh masyarakat. Saat ini masyarakat hanya tinggal menikmati hasil jerih payah para pejuang dan pendiri Kota Metro—tanpa atau tidak mau ikut merasakan bagaimana pergulatan dan pergumulan para perintis melakukan babad alas saat itu,” ungkapnya

Ikhsanudin pemilik Aura Publishing dan juga Ketua IKAPI Lampung menyambut baik kehadiran buku-buku terkait sejarah khususnya yang terkait dengan sejarah lokal.

“Metro memiliki sumber daya manusia yang mampuni serta perjalanan sejarah yang unik dan patut dipelajari oleh generasi hari ini,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Metro Siti Rogayati Seprita mengapresiasi kehadiran buku ini sebagai inisiatif para penggiat sejarah yang peduli akan perkembangan Kota Metro.

“Buku ini sendiri tidak dibiayai oleh APBD dan merupakan inisiatif TACB Metro untuk mendukung program, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan khususnya yang terkait dengan perlindungan cagar budaya di Kota Metro,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *