Permasalahan sampah merupakan persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan lingkungan, tetapi juga memiliki dimensi sosial, ekonomi, budaya, kelembagaan, dan perilaku. Timbulan sampah yang terus meningkat tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun fasilitas pengolahan atau meningkatkan kapasitas pengangkutan. Diperlukan perubahan cara pandang dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan, memanfaatkan, serta memperlakukan barang setelah tidak digunakan. Dalam konteks tersebut, rekayasa sosial menjadi pendekatan yang penting untuk mendorong perubahan perilaku secara terencana, partisipatif, dan berkelanjutan.
Buku ini membahas keterkaitan antara perubahan sosial dan persoalan lingkungan, konsep 3R, proses rekayasa sosial, hasil dan dampak rekayasa sosial, hingga strategi implementasi program rekayasa sosial perilaku 3R. Pembahasan diarahkan untuk menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya teknologi dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan membangun kesadaran, kebiasaan, norma sosial, partisipasi, kelembagaan, serta kolaborasi berbagai pihak.





Ulasan
Belum ada ulasan.