Deskripsi
Lingkungan bisnis yang semakin dinamis, membuat perusahaan tidak hanya bersaing melalui kualitas produk atau harga, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam mengelola hubungan dengan pihak lain. Setiap produk yang digunakan oleh konsumen merupakan hasil dari rangkaian aktivitas yang melibatkan banyak pihak. Sebuah produk tidak muncul secara tiba-tiba di pasar, tetapi melalui proses pengadaan bahan baku, produksi, penyimpanan, transportasi, distribusi, penjualan, hingga pelayanan kepada pelanggan. Seluruh rangkaian tersebut membentuk suatu jaringan yang dikenal sebagai rantai pasok (supply chain). Chopra (2026) menempatkan supply chain sebagai jaringan berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Perspektif ini menunjukkan bahwa supply chain harus dipahami sebagai suatu sistem jaringan (net working), bukan sekadar rangkaian aktivitas logistik. Supply Chain Management (SCM) hadir sebagai pendekatan terpadu untuk mengelola aliran barang, informasi, dan keuangan dari pemasok hingga konsumen akhir, (Chen & Lin, 2026). Pendekatan ini menekankan bahwa keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya bergantung pada kinerja internal, tetapi juga pada kualitas hubungan dan koordinasi dengan pemasok, produsen, distributor, penyedia logistik, pengecer, dan pelanggan. Christopher (2023) menegaskan bahwa pengelolaan jaringan supply chain yang efektif merupakan salah satu sumber penting keunggulan kompetitif.





Ulasan
Belum ada ulasan.