KISAH PERJALANAN MENUJU KELUARGA HAFIDZUL QUR’AN

keluarga hafidzoh nconvert 195x300 KISAH PERJALANAN MENUJU KELUARGA HAFIDZUL QUR’AN

Keutamaan seorang penghafal Al Qur’an sudah tidak perlu diragukan lagi, baik keutamaannya di hadapan Allah, maupun manusia.
Setidaknya dari sisi fakta kita harus mengakui kelebihan para penghafal Al Qur’an. Mereka mampu menyimpan ribuan kalimat tanpa boleh ada kesalahan satu tanda baca, entah lagi berapa huruf yang haram tertukar tempatnya. Bahkan mereka hafal di pojok mana, halaman berapa, surat apa, juz berapa, ayat yang mereka baca itu berada dalam lembar-lembar mushaf Al Qur’an.
Itu baru dari sisi kemampuan memorinya menyimpan data, bagaimana dengan ketekunan dan perjuangannya?
Benar, belakangan ini banyak dikembangkan metode menghafal cepat, bahkan ada yang berani menawarkan menghafal 30 juz Al Qur’an hanya dengan beberapa hari. Terbuktikah?
Ya, beberapa dari peserta berhasil menghafal dan menyetorkan kepada pembimbing sebanyak 30 juz, tetapi apakah itu berarti hafal 30 juz dalam beberapa hari?
Menurut pengakuan dari beberapa peserta, kegiatan itu sebatas menghafal dan langsung menyetorkan hafalannya, karena belum sering diulang-ulang, hafalan itu banyak yang lepas. Intinya, kualitas dan kekuatan hafalan sangat tergantung pada seberapa sering pengulangan bacaan.
Wajar kalau seorang yang sudah lama hafal mengatakan bahwa untuk bisa dikatakan hafal, seorang hafidz biasanya mengulang hafalannya sehari 5 juz selama lima tahun!
Jadi, bisa dibayangkan bagaimana tekunnya?
Memiliki seorang anak yang hafal qur’an, tentu menjadi dambaan setiap keluarga muslim. Alangkah berkualitas-nya sebuah masyarakat muslim jika dari setiap keluarga memiliki seorang hafidz qur’an. Dia akan menjadi bintang di rumahnya, menyejukkan dan mengingatkan penghuni rumah kepada ayat-ayat Allah. Membuat keluarga ini malu melakukan maksiat secara sengaja dan berlebihan, karena di dalam rumahnya ada yang menjaga. Jika dalam sebuah masyarakat, seluruh keluarga yang ada di dalamnya berlaku seperti itu, maka perbaikan masyarakat akan lebih cepat tercapai.
Bagaimana jika dalam satu keluarga semua anaknya hafal Qur’an?
Itu bukan cita-cita yang mustahil, karena beberapa keluarga dengan berbagai latar belakang telah berhasil membuktikannya.
Kami sudah merintis dan sedang menjalaninya. Semoga Allah menjaga keistiqomahan dalam menggapai cita-cita ini.
Buku ini sengaja dibuat dalam bentuk kisah, untuk menghindari kesan tutorial yang biasanya berupa petunjuk pelaksanaan, sedang kondisi manusia berbeda-beda.
Melalui buku ini, diharapkan pembaca bisa menemukan ruh, yang mampu memotivasi diri setiap muslim untuk bersungguh-sungguh berupaya memiliki penghafal qur’an di rumahnya.