Buku di tangan pembaca yang budiman ini kami beri judul “Kirmizi Beyaz”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Merah Putih”. Kirmizi Beyaz melambangkan Indonesia sekaligus merepresentasikan Turki karena warna bendera kedua negara yang sama-sama didominasi oleh warna merah dan putih. Dipisahkan jarak beribu-ribu kilometer bukan berarti tanpa kesamaan. Seperti halnya warna bendera yang identik, masyarakat di kedua negara mempraktikkan cara hidup dan nilai-nilai yang sama di hampir semua sendi kehidupan. Ibarat dua saudara yang baru bertemu, masyarakat Indonesia dan Turki seperti tidak menemukan hambatan yang berarti dalam membangun komunikasi selama ini, terutama dengan semakin membaiknya hubungan kedua negara. Para penulis yang berkontribusi dalam buku ini pun menyadari perlu ada upaya yang lebih serius dalam merekam dan menyebarkan kesamaan nilai-nilai yang ada agar komunikasi dan kedekatan yang telah dibangun semakin terpupuk dengan baik. Untuk itulah buku ini hadir ke tangan pembaca.

Indonesia dan Turki memiliki banyak kesamaan di antaranya sama-sama memiliki mayoritas penduduk yang memeluk agama Islam dengan karakter moderat, sistem pemerintahan yang Demokrasi, dan sama-sama pernah mengalami masa kelam rezim represif militer, sama-sama tergabung dalam beberapa organisasi internasional seperti Development Eight (D8), Organization of Islamic Conference (OIC), Global Twenty (G20), hingga warna dominan bendera yang sama, yaitu Merah Putih.

Para penulis buku ini adalah diaspora Indonesia di Turki baik dalam kurun waktu lama maupun singkat dengan latar belakang beragam mulai dari pelajar, mahasiswa, alumni bahkan ada yang sudah menetap karena bekerja hingga berkeluarga di Turki. Para diaspora ini tentu saja mengalami proses kebatinan selama hidup dan berinteraksi dengan masyarakat Turki. Inilah yang menjadi titik tolak terbaik dalam memahami Turki dari berbagai aspek, sehingga jika ditelisik lebih dalam dari berbagai tulisan yang ada terdapat tendensi untuk membandingkan antar kedua negara dengan maksud untuk mencari praktik-praktik positif dalam kajian pendidikan, sosial, budaya, hukum, dan pemerintahan. Kasak-kusuk politik paling baru berupa referendum dan kudeta gagal akhir tahun lalu juga terekam dalam buku ini.

Yang terpenting dalam buku ini dan menjadi maksud dari penerbitan buku ini adalah tidak hanya mencantumkan sisi-sisi terbaik sebuah negara yang dahulu memang merupakan pusat peradaban Islam dan inspirasinya bagi Indonesia, lebih dari itu tulisan-tulisan dalam buku ini juga tidak hanya deskriptif bercerita, tapi terkandung maksud agar kita terus menerus belajar untuk memperbandingkan, serta lebih jauh mendalami kejadian dan perkembangan yang ada untuk terus mengkritisi dan menjadikan hasilnya sebagai rujukan dalam pengembangan diri, masyarakat hingga bangsa kita tercinta.

*

“Buku ini setidaknya memberikan gambaran tentang multidimensi masyarakat dan negara Turki menurut beberapa mahasiswa/sarjana Indonesia yang pernah tinggal dan belajar di sana. Sebuah kesaksian dari dekat menurut pengalaman dan versi masing-masing penulis, yang sangat berharga bagi mereka yang masih asing tentang Turki”. – Prof. Komaruddin Hidayat (Guru besar UIN Jakarta dan Penulis)

“Buku ini “memotret” warna-warni hampir segala aspek kehidupan di Turki, ditulis secara komprehensif oleh diaspora Indonesia dengan beragam latar belakang mulai dari pelajar, alumni bahkan ada yang menetap karena sudah berkeluarga di Turki. Selamat membaca…” -Budy Sugandi (Editor Buku)

 

Judul:
Kırmızı Beyaz (Warna-Warni Kehidupan Turki
Penulis:
Lia Er, Tri S. Astuti, Budy Sugandi, Didid Haryadi, Doddy Sumardi, Ahmad Nursalim, Witsqa Fadhilah Adnan, Citra Chergia Tarik, Teuku A. Maulana, M. Mu’afi Himam, Amdya Hisyam, Rahmad Supriyanto, Ulin Nuha, Khifdi Ridho, Safrin La Batu, Fadhilah Trya Wulandari, Luthfi W. Eddyono, Nabila Ghassani, Achmad Yafiq Mursyid
Editor:
Budy Sugandi, Luthfi W Eddyono, Safrin La Batu
Penerbit:
Aura (Anugrah Utama Raharja) Anggota IKAPI
Tahun Terbit:
April, 2017
Jumlah Halaman:
xvi + 216
ISBN:
978-602-6565-90-7
Harga:
Rp. 65.000,-