Kabut tipis bagai salju menyelimuti lereng Gunung Kunci sebelah timur. Desir angin semilir dan kicau burung bersahutan terdengar begitu merdu di balik rerimbunan daun-daun yang tertiup angin bergerak perlahan. Pagi itu terasa sejuk dan menambah suasana damai di Desa Karang Bale Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Jawa Tengah yang terletak di dekat kaki Gunung Kunci Jawa Tengah. Sementara mentari mulai tersenyum di ufuk timur mengintip jagat, mengiringi langkah para petani yang menggiring kerbaunya untuk membajak di sawah. Sesekali mereka memecut kerbaunya mengarahkan jalan menuju ke persawahan. Seorang ibu paro baya yang menggendong bakul berisikan santapan makan siang. Tangan kanan sang ibu menjinjing termos kecil berisikan air minum dan tangan kirinya menenteng sebilah sabit. Dengan langkah pasti mereka menelusuri jalan di pinggir aliran Sungai Lamaran yang mengalir begitu deras.

Sungai Lamaran merupakan sungai yang terbentuk oleh alam yang panjang berkelok tembus ke sebuah sungai besar yang sengaja dibuat sebagai irigasi dan biasa digunakan oleh penduduk setempat untuk keperluan mencuci dan keperluan lainnya.  Air sungai begitu deras dan jernih, menimbulkan suara gemercik yang merdu.  Sepanjang pinggiran aliran sungai ditumbuhi oleh lebatnya pohon bambu yang membentang di sepanjang aliran sungai. Bahkan bambu yang tumbuh di pinggiran sebelah kiri dan sebelah kanan saling berangkulan menjadi satu bertemu di tengah-tengah sungai membentuk sebuah lorong mirip gerbong kereta api. Suara gesekan pohon bambu yang tertiup angin menimbulkan suara yang membuat bulu kuduk setiap orang yang melintas menjadi merinding. Sungai yang sangat dikeramatkan oleh penduduk setempat ini menyimpan berbagai macam jenis ikan yang tetap terjaga kelestariannya. Karena penduduk setempat meyakini bahwa ikan-ikan tersebut adalah jelmaan dari makhluk halus penunggu sungai, sehingga penduduk tak berani menangkap ikan-ikan tersebut.

Tak jauh dari aliran Sungai Lamaran terdapat sebuah rumah tua yang telah usang beratapkan genteng yang sudah ditumbuhi lelumutan, berdinding anyaman bambu dan…..

 

Judul:
Ketika Meniti Pelangi
Penulis:
Riswo
Editor:
 –
Penerbit:
Aura (Anugrah Utama Raharja) Anggota IKAPI
Tahun Terbit:
April 2018
Ukuran Buku
13 x 20,5 cm
Jumlah Halaman:
vi + 142
ISBN:
978-602-5636-57-8
Harga:
Rp. 55.000